Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Acara berjanji dan pemberian nama untuk putra kami tercinta telah berjalan dengan lancar kemarin. Sebagai orang tua dari anak laki-laki, rasanya haru dan bersyukur sekali melihat semua rangkaian adat Jawa bisa terlaksana tanpa kurang satu apapun. Dari sungkem, potong rambut, hingga doa bersama. Semua terasa sakral dan penuh makna. Ini bukan sekadar tradisi, tapi wujud ikhtiar kami agar Vero kelak tumbuh menjadi anak yang sholeh, beradab, dan berbakti.
Untuk nama, kami memanggilnya "Vero". Nama itu kami pilih dengan doa dan harapan panjang. Semoga Vero jadi anak yang jujur, kuat, dan membawa kebaikan untuk banyak orang. Nama adalah doa, dan setiap kali kami memanggil "Vero", kami titipkan harapan agar ia jadi pribadi yang dicintai Allah dan disayang sesama.
Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan kepada orang tua kami, Opa, Oma, Uti, Yayi, Kakung, Pak dhe, Bu dhe, Tante Om, dan teman-teman S2 UMK. Tanpa dukungan, doa, dan tenaga kalian, acara ini nggak akan sehangat dan selancar ini. Sugeng rawuh, pitutur, dan pelukannya kemarin jadi penguat kami sebagai orang tua baru. Matur nuwun sanget.
Kami juga nggak lupa berterima kasih untuk semua keluarga, saudara, dan teman-teman yang sudah hadir dan mendoakan putra kami Vero. Doa, hadiah, hingga ucapan "barakallah" yang masuk ke HP kami, semuanya kami terima dengan hati penuh syukur. Semoga kebaikan kalian dibalas berlipat oleh Allah SWT.
Vero baru saja memulai perjalanannya di dunia. Kami sadar mendidiknya nanti butuh banyak bimbingan. Mohon doa restu dari panjenengan semua, semoga Vero tumbuh sehat, cerdas, dan jadi anak yang selalu ingat asal-usul serta adat Jawa yang luhur ini. Matur nuwun dan sampai bertemu di lain kesempatan 🙏

