Program Bagus, Tapi Pengelolaannya "Amburadul"? Mahfud MD Angkat Bicara soal Kasus Eks Kepala BGN

 



OPINI EDWIN - Halo semuanya! Lagi ramai nih pembahasan soal ditangkapnya mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, oleh Kejaksaan Agung. Kasus korupsi di lembaga yang masih "seumur jagung" ini memang bikin publik geleng-geleng kepala.


​Bahkan, tokoh hukum kawakan Mahfud MD pun ikut buka suara. Menurut beliau, langkah Kejagung untuk mengamankan Dadan itu sudah sangat tepat. Kenapa? Ternyata ada beberapa alasan fundamental di balik kritik tajam Mahfud MD.


Kurang Pengalaman, Berujung Masalah

Mahfud MD blak-blakan bilang kalau Dadan sebenarnya belum punya pengalaman yang cukup di dunia birokrasi pemerintahan. Akibatnya, tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi berantakan.


​"Pak Dadan itu tidak punya pengalaman di birokrasi, tidak mengerti hukum keuangan negara, seakan-akan semua bisa dilakukan seenaknya," ujar Mahfud saat ditemui di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).


​Bayangin, program yang tujuannya mulia untuk masyarakat justru jadi sorotan karena buruknya eksekusi di lapangan. Kita semua pasti ingat kan, beberapa waktu lalu sempat viral banyak kasus keracunan makanan yang bikin masyarakat resah? Nah, bagi Mahfud, rentetan insiden itu jadi bukti nyata kalau pimpinannya memang kurang kompeten.


Programnya Bagus, Eksekusinya "Zonk"

Mahfud MD sendiri sebenarnya setuju kalau program Makan Bergizi Gratis ini adalah ide yang bagus banget buat rakyat. Masalah utamanya bukan di programnya, tapi di orang-orang yang mengelolanya. Menurut beliau, evaluasi yang sempat diminta publik selama ini seolah tidak pernah didengar.


​"MBG ini bagus sebagai program, tapi tata kelolanya sangat buruk. Kita minta agar evaluasi tidak pernah didengar, sekarang baru terasa, ratusan miliar kan," tambah Mahfud.


Masih Ada yang Lebih Parah?

Yang lebih bikin nyesek, Mahfud MD menduga kalau apa yang baru terungkap ke publik soal kasus korupsi ini baru "puncak gunung es" saja. Beliau yakin, pelanggaran yang terjadi di tubuh BGN sebenarnya jauh lebih parah daripada yang sekarang lagi disidik oleh Kejagung. Ya, kita tunggu saja nanti pembuktiannya di meja hijau/pengadilan.


​Sebagai catatan, Dadan Hindayana nggak sendirian. Kejaksaan Agung juga resmi menahan dua wakilnya, yaitu Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.


Lebih baru Lebih lama